Perjalanan kami dimulai dari sejarah yang membanggakan namun penuh tantangan. Pada tahun 1980-an, Ransiki menjadi rumah bagi perkebunan kakao yang dikenal sebagai Cokran ("Coklat Ransiki"), sebuah proyek pemerintah yang bekerja sama dengan Commonwealth Development Corporation (CDC). Perkebunan ini membawa kemakmuran dan harapan, menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi yang mencapai pasar global, termasuk penjualan langsung ke Mars.
Perjalanan ini tidak selalu mulus. Perubahan kepemilikan pada tahun 1996 membawa kesalahan fatal, dan pada tahun 2006, perkebunan ini runtuh. Komunitas kami kehilangan pekerjaan, mata pencaharian, dan harapan.
Namun, semangat kami belum padam. Pada tahun 2017, dengan dukungan pemerintah daerah, kami memulai perjalanan untuk membangun kembali. Kami mencoba membentuk koperasi, tetapi segera menyadari bahwa perusahaan ramah lingkungan dan sosial adalah jalan keluar kamu untuk masa depan yang lebih baik.
Pada tahun 2022, kami mendirikan PT EBIER SUTH COKRAN, sebuah perusahaan yang didorong oleh komunitas dengan misi untuk memulihkan lahan, memberdayakan masyarakat, dan beroperasi secara berkelanjutan. Hari ini, kami membangun kembali perkebunan ini hektar demi hektar, membuktikan bahwa bisnis dapat berkembang sambil melestarikan alam dan memberdayakan masyarakat.